Selasa, 10 Desember 2013

“ RUMAH TANAH BARU “, RUMAH KERAMIK F. WIDAYANTO

“ Rumah Tanah Baru " (RTB) atau sering juga disebut dengan nama "Rumah Keramik F. Widayanto", sesuai dengan namanya rumah ini terletak di Jalan Curug Agung No.1 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok. Dan pemilik rumah ini adalah F. Widayanto yang juga merupakan seorang maestro keramik  terkenal di Indonesia.
Dan sesuai dengan namanya pula yakni rumah keramik, rumah ini memang betul - betul dipenuhi dengan aneka kreasi keramik yang mewarnai bangunan rumah ini mulai dari lantai, dinding, patung-patung hingga peralatan kamar mandinya.

Rumah keramik ini adalah yang pertama dan terbesar di Jabodetabek dan dibangun di atas tanah seluas 1.3 Ha. Dan areal rumah kermaik ini dibangun pada tahun 1997 yang terdiri dari tiga dataran (berundak-undak) yang dipenuhi dengan aneka pepohonan hijau yang membuat rumah keramik ini tampak asri dan bersuasana segar bebas polusi. 

Di dataran pertama, di mana sebelumnya kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,-/orang terlebih dahulu, kita akan bertemu dengan bangunan rumah utama. Rumah ini terdiri dari ruang tamu, beberapa kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur dan beberapa ruang duduk serta beranda yang sangat nyaman. Bangunan rumah ini dipenuhi dengan aneka kreasi keramik sang empunya rumah, F. Widayanto, yang memang terkenal sebagai empu keramik di Indonesia. Bangunan bertingkat 2 ini disewakan dengan tarif berkisar Rp 1 juta/malam. Tapi jujur saja kalo saya disuruh menginap di sini, wow…sepertinya saya akan berpikir ulang, bukannya knapa - kanapa sih, Cuma ngeri saja kalau patung-patung itu tiba-tiba hidup di malam hari, hehehe……




Nah, setelah kita puas melihat-lihat rumah utama, kita dapat menuruni tangga ke dataran di bawahnya. Di sini terdapat restoran yang banyak menyajikan menu tradisional Indonesia, ada pula bangunan toilet yang unik, rumah panggung serta gallery atau showroom aneka keramik. Pengunjung bebas melihat-lihat, memotret ataupun membeli keramik yang disukai.




Puas mengunjungi gallery, saatnya kita kembali naik ke dataran teratas di mana terletak tempat kursus membuat keramik. Dengan biaya sebesar Rp 75 ribu rupiah kita akan mendapat segumpal clay/tanah liat seberat kira-kira 150-200 gram. Dan dengan clay/tanah liat ini kita bebas membuat aneka bentuk keramik yang kita inginkan. Kita bisa memakai cetakan dengan aneka bentuk yang telah disediakan atau kita bisa membuat kreasi sesuka hati kita. Di sini kita akan dibantu oleh mas-mas instruktur yang mengajarkan proses pembuatan keramik ini. Mulai dari cara mengisi cetakan, mengeluarkannya dan melakukan finishing touch sehingga hasil akhirnya menjadi cantik. Setelah seluruh clay yang diberikan habis terbentuk/tercetak, tugas kita selesai sampai di sini,  dan tugas selanjutnya akan diteruskan oleh pihak Rumah Keramik, yaitu mengeringkan keramik, mewarnai dengan glazuur dan mengoven keramik yang telah diwarnai. Dan kira-kira 2 minggu kemudian, kita dapat mengambil kembali keramik yang telah kita buat tersebut. Namun untuk peserta kursus yang berasal dari luar daerah,nanti  keramiknya akan dikirimkan oleh pihak Rumah Keramik.

Pendirian rumah keramik ini merupakan salah satu cara F. Widayanto untuk memperkenalkan keramik kepada masyarakat luas. Dan pusat produksi keramik yang menjadi sumber rumah keramik ini sendiri berlokasi di Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Foto - foto terkait :
















Posting Komentar